![]() |
| balok kayu mengangguk-angguk memecah biji kopi |
Dananwahyu.com - Delapan balok kayu mengangguk bergantian menandaskan biji kopi
sangrai, dari butiran hitam menjadi remah-remah. Dua lelaki cekatan
menggoyang ayakan logam berkilat-kilat. Bubuk kopi berjatuhan membentuk
gundukan kecil di lantai. Suara gemericik air dan ritmis kayu
bertumbukan menghipnotis bersama aroma kopi di pagi hari.
![]() |
| dua pemuda sedang mengayak remah-remah kopi |
Langkah kaki tertahan melewati bilik sederhana usai menikmati matahari
terbit di Bukit Khayangan, Sungai Penuh Jambi. Di depannya kincir air
berputar penuh semangat, setengah badannya di kanal berkubang dengan
air . Sudu-sudunya di hantam air silih berganti-ganti tiada henti.
Mengingatkan proyek tugas akhir PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro) masa kuliah. Meski hanya konsep dan perencanaan semuanya
tergambar sangat jelas, bagaimana energi potensial menjadi energi
kinetik lalu energi listrik. Listrik yang dihasilkan memang tidak
sebesar PLTA tapi mampu memenuhi kebutuhan beberapa rumah tangga.
Mengurangi ketergantungan PLN yang tarifnya rutin naik setiap tahun.
![]() |
| kincir besar Tradisional di sisi bilik digerakan air mengalir kanal |
Langkah kaki tertahan melewati bilik sederhana usai menikmati matahari
terbit di Bukit Khayangan, Sungai Penuh Jambi. Di depannya kincir air
berputar penuh semangat, setengah badannya di kanal berkubang dengan
air . Sudu-sudunya di hantam air silih berganti-ganti tiada henti.
Mengingatkan proyek tugas akhir PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro) masa kuliah. Meski hanya konsep dan perencanaan semuanya
tergambar sangat jelas, bagaimana energi potensial menjadi energi
kinetik lalu energi listrik. Listrik yang dihasilkan memang tidak
sebesar PLTA tapi mampu memenuhi kebutuhan beberapa rumah tangga.
Mengurangi ketergantungan PLN yang tarifnya rutin naik setiap tahun.
Poros kincir tak dihubungkan dengan generator tapi dimanfaatkan untuk
memecah biji kopi. Teknologi sederhana ramah lingkungan yang
memanfaatkan energi terbarukan. Seperti sinar matahari, air merupakan
energi yang tidak akan pernah habis. Selama ekosistem sumber air
terjaga , air akan terus mengalir menuruni bukit. Gugusan Bukit Barisan
di Sumatra kaya akan air terjun yang dapat dimanfaatkan sebagai PLTMH,
namun tingginya ketergantungan terhadap energi fosil membuat orang
enggan memanfaatkan sumber daya alam ini secara maksimal.
![]() |
| Poros Kincir Penggerak Alu Kayu |
Dari Balik Dapur
Hawa panas menyeruak dari dua
tungku besar dengan lidah api berkobar menjilati drum dari bawah.
Sesekali drum diputar manual dan kayu kering disorongkan ke dalam
tungku. Panasnya udara di dalam drum tak membuat biji kopi blingsatan
seperti berondong jagung. Mereka tenang sampai mengering dan hitam.
Asap pembakaran dan aroma kopi berbaur, baunya mirip dapur Bude di
kampung. Hampir semua dinding tertutup jelaga hitam. Tak perlu ngopi
untuk menikmati hitam dan rasa kopi melalui indra penciuman. Hanya rasa
pahit yang tak ada.
Asap pembakaran dan aroma kopi berbaur, baunya mirip dapur Bude di
kampung. Hampir semua dinding tertutup jelaga hitam. Tak perlu ngopi
untuk menikmati hitam dan rasa kopi melalui indra penciuman. Hanya rasa
pahit yang tak ada.
![]() |
| menyangrai kopi – drum diputar agar biji kopi matang merata |
![]() |
| kayu kering disorongkan agar api tetap menyala |
![]() |
| drum diputar dengan tongkat besi |
Tapi nanti dulu. Melihat kayu-kayu yang dibakar rasa getir pahit
muncul. Berapa banyak pohon yang ditebang setiap harinya. Jika pohon
diambil dari bukit sana, akankah menganggu serapan air hujan. Bisa
saja esok atau lusa debit air tak mampu menggerakan kincir, karena bukit
tak memiliki cadangan air.
![]() |
| persediaan kayu bakar di samping dapur |
Andai saja ada energi alternatif yang lebih ramah lingkungn untuk
menyangrai biji kopi. Mungkin biogas. Bukankah di Sungai Penuh banyak
kerbau pembajak sawah, tentu kotorannya dapat dimanfaatkan.
Bagaimana dengan cell surya? Idealnya energi terbarukan ini
untuk penerangan dikombinasikan dengan lampu hemat energi. Butuh
teknologi tambahan mahal agar sinar matahari mampu menyalakan oven.
Kalau mau murah ya dijemur saja, tapi sampai kapan matangnya. ~ berpikir dalam sambil berhalunasi~
Nampaknya senyawa alkaloid xantina meracuni otak saya. Meski
hanya aroma ternyata kafein membuat saya berhalunasi. Usai berpamitan
sayapun melangkah pulang, meninggalkan kincir air pemecah biji kopi dan
ide-ide gila.








EmoticonEmoticon